logo

Membangun Sinergi Menuju NU Mandiri

Ada orang bilang NU harus hancur tahun 2030, mungkin ungkapan itu bisa benar karena tidak ada yang abadi didunia ini, tetapi juga bisa salah, kenapa ? karena ibarat pohon, NU berakar serabut. Jaringan NU yang kultural lebih banyak daripada yang struktural, bila ingin menghancurkan NU harus mampu memutus mata rantai hubungan kiai dan santri, jamaah yasin, shalawatan, manaqiban dll.

 



Jaringan struktural seiring dengan kemajuan zaman, NU semakin solid. Masih lekat diingatan ketika melihat kompisisi Pengurus PCNU Kab blitar ada orang bilang "NU rasa IPNU 'kecut'" lalu dengan bijak dijawab oleh ketua PCNU KH Masda'in Rifa'i "ga popo buah ki lek enome kecut matenge mesti legi" Ternyata benar apa yang disampaikan beliau ketua NU, kader-kader muda yang dimasukkan dalam struktur PCNU lebih mempunyai daya sengat yang lebih tinggi, walaupun masih ada kekurangan tetapi Lembaga & banom kinerjanya semakin nyata dan bisa dirasakan oleh warga NU secara umum.

Salah satunya DPD HIPSI (sub banom dari RMINU) blitar, program-programnya sangat tepat sasaran, diantaranya membina UKM santri, pemberdayaan guru ngaji, membentuk koperasi, menyelenggarakan pelatihan. Program pelatihan "teknologi membuat pakan dan budidaya hewan ternak" secara gratis bekerjasama dengan peternak sukses bpk H Ibnu Aqil Tumpang Talun Blitar. Dari sana terbentuklah jaringan-jaringan, jaringan pedagang ternak sistem kilon yang menjamin lancarnya jual beli hewan ternak selain menghindarkan dari jual beli yang mengandung ghoror, peternak profesional baik sistem pembiayakan maupun penggemukan, penyedia pakan dan pengolah pupuk kandang, dengan itu berarti HIPSI akan menggerakan banyak potensi warga NU, bahkan sangat mungkin setelah koneksifitas itu tertata rapi akan menjalar kesektor pertanian, karena peternakan dan pertanian bagai dua sisi mata uang.

Sesuai arahan dari ketua DPP HIPSI Bpk. H Sulaiman, program tersebut tidak boleh hanya beku di Blitar harus mencair dan menjangkiti DPD-DPD sekitar bahkan seluruh Indonesia, dan itu sudah mulai terlaksana dengan berangkatnya guru-guru ngaji dari ponorogo, trenggalek, malang, kediri dan menyusul dlm waktu dekat sidoarjo.

Harapan dari program tersebut adalah adanya rangsangan kebangkitan ekonomi warga Nahdliyyin yang terkoneksi secara struktural, sehingga kata plesetan "NU = Narik urunan berubah menjadi Nuntun urip"

Semoga seluruh daya upaya dari semua yang terlibat dalam program tersebut selalu dalam lingkup ridlo gusti Allah. Aamiin

Wassalam

Syamsulhadi (Waka PCNU Kab. Blitar dan pembina DPD HIPSI Blitar)

Tags: NU, Blitar, Hipsi, BIsnis,Wirausaha, Peternakan, Pertanian, Youtube,

Tinggalkan komentar disini